Sabtu, 23 Januari 2016

Inilah 10 Pantai di Jawa Barat & Banten Paling Populer Untuk Dikunjungi

pantai di jawa barat
Punya rencana berwisata ke pantai di Jawa Barat? Sebaiknya Anda memastikan terlebih dulu pantai mana yang ingin dikunjungi mengingat terdapat puluhan obyek wisata pantai Jawa Barat.
Destinasi wisata pantai adalah salah satu tujuan yang favorit di kalangan para penikmat perjalanan, baik domestik maupun mancanegara. Di pantai, Anda dapat melakukan banyak kegiatan wisata yang menarik dan menyenangkan, seperti bermain di pasirnya yang lembut, berenang, tempat mencari kedamaian dan inspirasi, hingga melakukan kegiatan fotografi.

Beberapa pantai di Jawa Barat, sebut saja misalnya Pantai Pangandaran, Pantai Pelabuhan Ratu, hingga Pantai Santolo adalah sebagian kecil dari sekian banyak wisata bahari di Jawa Barat. Hal ini tak lepas dari kondisi geografis Indonesia dimana ⅔ wilayahnya adalah lautan.

Pantai di Jawa Barat

Berikut ini adalah sejumlah wisata pantai di Jawa Barat yang paling populer. Masing-masing pantai memiliki keunikan tersendiri di mata para wisatawan.

1. Pantai Pangandaran

Pantai yang pernah dinobatkan sebagai pantai terbaik di Jawa ini terletak di Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Desa Pananjung, Jawa Barat. Sebagai pantai terbaik di Pulau Jawa, Pantai Pangandaran memiliki banyak keistimewaan, misalnya keindahan sunrise dan sunset pada hari dan titik yang sama. Pantai ini terbilang cukup landai dengan jeda waktu pasang dan surut yang relatif lama sehingga memungkinkan Anda untuk berenang dengan aman.
Akses ke lokasi juga sangat mudah karena jalanan telah beraspal dengan penerangan lampu di malam hari yang cukup memadai. Anda dapat menikmati taman laut serta ikan-ikan dan biota laut yang hidup secara alami di sana. Atau, melakukan seru-seruan menelusuri Goa Jepang peninggalan Perang Dunia II.
Sunset indah di Pantai Pangandaran
Sunset indah di Pantai Pangandaran via rosinaroci.wordpress.com
Banyak event menarik di Pantai Pangandaran, seperti Hajat Laut yang diselenggarakan setiap bulan Muharam. Hajat Laut yang merupakan simbol perwujudan rasa syukur para nelayan atas hasil laut ini biasanya diadakan di Pantai Timur Pangandaran. Selain Hajat Laut atau Larung Sesajen, di Pantai Pangandaran sering diadakan festival layang-layang (Pangandaran International Kite Festival). Kegiatan tahunan ini biasanya diselenggarakan antara bulan Juni dan Juli serta diikuti peserta dari dalam dan luar negeri.

2. Pantai Batu Karas

Pantai ini juga masih merupakan bagian dari Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Desa Batukaras, Jawa Barat atau berjarak sekitar 34 kilometer dari pusat kota Pangandaran. Seperti halnya Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas cukup landai dan memiliki ombak yang tenang.
Karena karakter ombak yang bersahabat, Anda bebas melakukan olahraga air di sini. Mulai dari berenang, diving, snorkeling, dan surfing (di titik-titik tertentu). Bahkan, pantai ini juga menjadi salah satu tempat yang disukai banyak surfer dari luar negeri.
Aktivitas wisatawan di Pantai Batu Karas, Pangandaran
Aktivitas wisatawan di Pantai Batu Karas, Pangandaran via enjoybackpacker.wordpress.com
Pantai Batu Karas sesungguhnya adalah perpaduan nuansa alam obyek wisata Pangandaran dan Pantai Batu Hiu. Selain menawarkan keindahan alam yang eksotis, Anda bisa melakukan serangkaian kegiatan, seperti olahraga air dan berkemah.
Sarana akomodasi tersedia lengkap di sekitar pantai Jawa Barat yang satu ini. Hal ini mengingat pengelolaan pantai ini ditangani langsung oleh Dinas Pariwisata daerah setempat. Ada juga Pondok Wisata yang dilengkapi dengan arena bermain dan mushola. Fasilitas lain di kawasan ini, meliputi hotel, Camping Ground, Tempat Pelelangan Ikan, hingga persewaan papan selancar dan ban renang.

3. Pantai Santolo

Wisata pantai di Jawa Barat berikutnya adalah Pantai Santolo. Pantai ini terletak di Garut, tepatnya di Kecamatan Cikelet. atau sekitar 88 kilometer ke arah Selatan dari pusat kota Garut dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. Pantai santolo tidak hanya terkenal di daerah Garut, namun banyak masyarakat Jawa Barat yang mengetahui keindahannya.
Pantai ini menawarkan pemandangan yang eksotis dengan hamparan pasir putih yang luas. Anda bisa menikmati panorama pantai dan biota laut di Pantai Santolo. Atau, menyewa perahu untuk mendekati ombak pantai yang cukup menantang.
Sunset di Pantai Santolo, Garut
Sunset di Pantai Santolo, Garut via nytraveler.net
Dahulu, Pantai Santolo merupakan tempat berkumpulnya para nelayan tradisional. Karena potensi wisatanya yang tinggi, lalu dikembangkan menjadi destinasi wisata pantai di Jawa Barat. Hingga sekarang, Pantai Santolo juga menjadi lokasi untuk berbagai kegiatan nelayan atau sebagai pelabuhan kapal ikan di kawasan Pameungpeuk, Garut.
Sejumlah fasilitas umum sudah tersedia di sekitar Pantai Santolo. Beberapa penginapan dan losmen siap menampung para penikmat perjalanan yang ingin berlibur lebih lama di sana. Tak jauh dari pantai, juga terdapat deretan kios yang menjual berbagai macam cinderamata yang terbuat dari benda-benda laut.

4. Pantai Pelabuhan Ratu

Masih di Jawa Barat, Pantai Pelabuhan Ratu merupakan obyek wisata populer yang terletak di pesisir Samudera Hindia. Secara administratif, pantai ini masuk dalam wilayah Sukabumi dan berjarak sekitar 60 k m ke arah Selatan dari pusat kota Sukabumi.
Dilihat dari topografinya, Pantai Pelabuhan Ratu adalah perpaduan pantai landai dan curam, tebing karang yang terjal, hempasan ombak yang kuat, serta hutan yang merupakan pusat cagar alam. Pantai ini terkenal memiliki ombak yang sangat kuat sehingga sangat berbahaya untuk kegiatan berenang atau diving.
Suasana sunset di Pantai Pelabuhan Ratu
Suasana sunset di Pantai Pelabuhan Ratu via koranfoto.com
Di kawasan Pantai Pelabuhan Ratu, juga terdapat beberapa objek wisata lain yang menarik, seperti Pantai Cibareno, Pantai Cimaja, Pantai Cibangban, Citepus, Tenjo Resmi, Break water, dan Kebon Kelapa. Selain hotel berbintang dan penginapan, Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi telah memiliki fasilitas umum yang cukup lengkap, mulai dari area parkir yang luas, masjid, mushola, layanan pos dan telekomunikasi, money changer, taman bermain anak, penyelamat pantai (SAR), warung makan dan restoran.

5. Pantai Rancabuaya

Di kawasan Garut, Pantai Rancabuaya adalah salah satu pantai di Jawa Barat yang populer. Lokasi pantai ini terletak di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Garut dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pantai Rancabuaya memiliki ciri khas batuan karang besar, tebing tinggi, dan air terjun (curug). Pantai ini memiliki ombak yang cukup besar. Sering terdapat ikan-ikan kecil yang terperangkap karang laut akibat terbawa ombak.
Pesona Pantai Rancabuaya di Garut
Pesona Pantai Rancabuaya di Garut via tempatwisatadaerah.blogspot.co.id
Pantai Rancabuaya memiliki karakter pantai berbatu karang, oleh karenanya tidak cocok bagi kegiatan berenang atau olahraga air lainnya. Sebaliknya, Pantai Rancabuaya termasuk dalam kategori pantai pelabuhan sehingga lebih cocok sebagai tempat pelelangan ikan. Anda bisa membeli ikan langsung dari nelayan yang baru pulang melaut di pantai ini.
Kondisi jalan ke lokasi pantai terbilang cukup mulus, bahkan hingga kini pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Pantai Rancabuaya juga telah memiliki sejumlah fasilitas yang cukup memadai, seperti area parkir yang luas, tempat lesehan, penginapan dan villa. Di kawasan pantai ini juga terdapat saung-saung yang bisa Anda sewa untuk bersantai bersama keluarga.

6. Pantai Kejawanan

Beralih ke Kabupaten Cirebon, ada Pantai Kejawanan yang menarik. Selain difungsikan sebagai obyek wisata pantai, Pantai Kejawanan juga merupakan tempat pengolahan ikan dan juga tempat wisata terapi. Lokasi pantai ini berada dekat dengan Pelabuhan Cirebon, juga dekat dengan objek wisata Ade Irma Traffic Garden Cirebon.
Berbeda dengan pantai-pantai lain di Jawa Barat, biaya masuk ke pantai Kejawanan tidak dipungut bayaran. Kecuali jika Anda menggunakan kendaraan baik mobil atau sepeda motor, hanya akan dikenai biaya tiket masuk Rp 1.000 saja.
Senja di Pantai Kejawanan, Cirebon
Senja di Pantai Kejawanan, Cirebon via vittorent.blogspot.co.id
Pantai Kejawanan juga memiliki pesona sunrise yang menawan. Spot sunrise yang paling menarik adalah di tengah-tengah pantai. Selain itu, Anda juga bisa melakukan aktivitas lain seperti berkeliling pantai dengan menyewa perahu motor milik nelayan dengan tarif hanya 5 ribu rupiah. Karakter pantai yang landai membuat ombak di Pantai Kejawanan ini cukup tenang. Tentu saja ini disukai banyak wisatawan untuk bermain-main air laut dan berenang.

7. Pantai Tanjung Layar

Pantai yang terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak – Banten ini adalah salah satu pantai di bagian barat Pulau Jawa yang menawan. Pantai Tanjung Layar berjarak sekitar 10 hingga 15 menit dengan berjalan kaki dari penginapan yang paling dekat dengan pantai tersebut. Inilah pantai yang menjadi ikon wisata Desa Sawarna di Kecamatan Bayah.
Pantai Tanjung Layar di Sawarna, Banten
Pantai Tanjung Layar di Sawarna, Banten via dunkyduy.wordpress.com
Perlu diketahui, Sawarna adalah salah satu destinasi wisata favorit di Banten dengan sejumlah objek wisata yang disukai banyak kalangan penikmat perjalanan. Desa ini memiliki pesona wisata yang disukai, seperti laut, gunung, dan persawahannya. Selain Tanjung Layar, Desa Sawarna juga memiliki Pantai Ciantir dengan pasir pantai yang terbentang luas dan teksturnya lembut.
Pantai Tanjung Layar memiliki panorama sunset yang indah. Inilah sebab pantai ini terbilang favorit di kalangan pecinta fotografi. Anda akan menyaksikan banyak sekali karang-karang indah hasil pahatan alam di pantai ini. Sebagaimana namanya, terlihat pula dua karang berbentuk layar yang menjadi ciri utama pantai Jawa Barat yang satu ini. Kegiatan berselancar (surfing) juga kadang dilakoni para surfer di Pantai Tanjung Layar.

8. Pantai di Pulau Peucang

Pantai yang berada di Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang, Banten ini adalah satu pantai di Jawa Barat yang menawan. Pantai ini adalah bagian integral dari kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dengan karakter pasir pantai yang putih dan bersih. Air lautnya sungguh jernih, laksana suguhan alam yang menawan.
Pantai di Pulau Peucang, Banten
Pantai di Pulau Peucang, Banten via idtempatwisata.com
Umumnya, kunjungan wisatawan ke Pulau Peucang dilakukan secara rombongan. Hal ini mengingat biaya yang harus ditanggung terbilang cukup besar bila berwisata secara individual. Tetapi jika rencana keuangan Anda memungkinkan, pantai di Pulau Peucang mampu memberi Anda pengalaman wisata bahari yang mengagumkan. Kawasan pulau ini terbilang sepi, sungguh tepat bagi Anda yang mencari kedamaian. Anda akan sering menjumpai kawanan srusa hingga monyet di pulau ini.

9. Pantai di Ujung Genteng

Dearah Ujung Genteng di Sukabumi menawarkan keindahan pantai Laut Selatan yang alami dan menawan. Di Ujung Genteng, terdapat sejumlah pantai favorit yang dapat Anda nikmati, seperti Pantai Ombak Tujuh yang disukai kalangan surfer, atau juga Pantai Cibuaya yang sangat tenang dan cocok untuk bermain air laut atau sekedar bersantai hingga menikmati sunset.
Pesona sunset di kawasan Batu Puter Ujung Genteng
Pesona sunset di kawasan Batu Puter Ujung Genteng via kaskus.co.id
Selain itu, Anda juga dapat pergi ke Pantai Pangumbahan untuk menikmati panorama indah serta hamparan pasir yang putih halus sepanjang radius 1 km. Di Pantai Pangumbahan ini, penangkaran penyu hijau tetap dipertahankan. Anda dapat menyaksikan penyu-penyu bertelur di sana. Kawasan wisata Ujung Genteng adalah pula salah satu destinasi pantai di Jawa Barat yang populer di kalangan wisatawan.

10. Pantai Jayanti

Pantai Jayanti berjarak sekitar 143 km arah Selatan dari pusat kota Cianjur, berada di sekitar perbatasan antara Cianjur dan Garut. Dari Pantai Rancabuaya, Pantai Jayanti dapat ditempuh sekitar 25 menit perjalanan, atau 50 menit dari Pantai Santolo.
Menikmati suasana damai di Pantai Jayanti, Cianjur
Menikmati suasana damai di Pantai Jayanti, Cianjur via reswaraku.blogspot.co.id
Pantai di Jawa Barat yang satu ini terbilang masih asri dan mempesona. Saat tiba di pantai Jayanti, Anda dapat menyaksikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) hingga kios-kios jajanan dan warung makanan di sekitar pantai.
Jika Anda menginginkan suasana pantai yang sejuk dan tenang, pantai ini dapat mejadi pilihan menarik. Panorama sunset di Pantai Jayanti juga terbilang menawan bagi Anda yang ingin menikmatinya. Tak kalah menarik, menikmati santapan ikan bakar hasil tangkapan para nelayan adalah satu hal yang tak boleh dilewatkan begitu saja di pantai ini.

sumber:  http://www.initempatwisata.com/wisata-indonesia/jawa-barat/pantai-di-jawa-barat-paling-populer-dikunjungi/3941/

10 Tempat Wisata di Batam yang Wajib Dikunjungi

Pantai NongsaBatam adalah kota kecil yang sangat sibuk dengan kegiatan pariwisata karena lokasinya yang sangat strategis. Berada di tengah-tengah jalur pelayaran serta dekat dengan Singapura dan Malaysia merupakan keuntungan tersendiri bagi Batam. Karena keuntungan tersebut, Batam adalah salah satu kota dengan pertumbuhan paling tinggi di Indonesia.
Banyak dikunjungi oleh wisatawan dari Singapura dan Malaysia membuktikan Batam adalah tempat wisata yang pantas dikunjungi. Apa saja tempat wisata di Batam yang wajib dikunjungi?

1. Pantai Marina

Pantai Marina
Pantai Marina
Pantai Marina adalah salah satu tempat wisata di Batam yang paling terkenal. Terletak di bagian barat Pulau Batam, Pantai Marina tidak hanya mencakup sebuah kawasan wisata, namun juga merupakan tempat kapal ferry berlabuh. Selain pemandangan yang indah, pantai ini juga mempunyai taman hijau yang cocok digunakan sebagai tempat bermain anak-anak. Di lokasi ini juga terdapat banyak penjual makanan sehingga Anda tidak harus membawa bekal dari rumah. Selain itu juga terdapat hotel dari yang murah sampai dengan yang kelas atas bagi Anda yang ingin menginap. Harga tiket masuk tempat wisata yang cocok untuk keluarga ini adalah 6,000 Rupiah untuk dewasa dan 3,000 Rupiah untuk anak-anak.

2. Jembatan Barelang

Jembatan Barelang
Jembatan Barelang
Jembatan Barelang merupakan sebuah bangunan yang telah menjadi ikon Batam. Jembatan ini menghubungkan banyak pulau sekaligus dengan tujuan untuk memajukan perindustrian. Jembatan Barelang sangat terkenal sampai-sampai yang diingat pertama kali ketika menyebut kata “Batam” adalah Jembatan Barelang. Jembatan ini juga sering disebut sebagai Jembatan Habibie karena beliaulah yang merencanakan pembangunan jembatan ini pada tahun 1992.

3. Pantai Nongsa

Pantai Nongsa
Pantai Nongsa
Nongsa merupakan nama sebuah kecamatan di Batam. Kecamatan ini terkenal dengan pantainya yang dinamakan Pantai Nongsa. Berlokasi di sebelah timur laut Batam, untuk mencapai Pantai Nongsa Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari bandara. Di pantai ini banyak terdapat hotel dan resort kelas internasional. Pantai Nongsa sendiri mempunyai karakter ombak yang kecil dilengkapi dengan pasir putih yang luas. Yang menarik dari pantai ini adalah, Anda dapat melihat kota Singapura dari pinggir pantai karena jaraknya yang sangat dekat. Sangat indah pada malam hari.

4. Pantai Melur

Pantai Melur
Pantai Melur
Pantai Melur adalah salah satu tempat wisata di Batam yang sudah menjadi primadona pariwisata Batam. Pantai ini mempunyai jarak pandang yang luas, air yang jernih, dan hamparan pasir putih yang luas. Selain itu Pantai Melur juga dikelilingi oleh pepohohan hijau yang eksotis dan mempunyai karakteristik ombak yang tenang, sangat cocok untuk Anda yang mencari ketenangan dan ingin beristirahat dari segala kesibukan sehari-hari.

5. Ocarina Park

Ocarina Park
Ocarina Park
Ocarina Park adalah Ancol-nya Batam. Dibuka tahun 2008, tempat ini termasuk baru, namun sudah menjadi salah satu tempat wisata di Batam yang wajib dikunjungi. Menempati lahan seluas kurang lebih 40 hektar, Ocarina Park menawarkan wahana permainan yang cocok untuk anak-anak dan dewasa. Selain area bermain, Ocarina Park juga sering kali digunakan sebagai tempat acara besar seperti konser musik. Harga tiket masuk Ocarina Park adalah 5,000 Rupiah per orang, tidak termasuk harga bermain di wahana permainan.

sumber:  http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-batam-yang-wajib-dikunjungi/

Jumat, 04 Desember 2015

Keindahan candi borobudur, wisata sejarah di Indonesia


Borobudur, sebuah tempat wisata sejarah yang namanya telah sangat dikenal publik dunia, adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta, Indonesia. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra, 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa dibangun.

Candi megah yang sebelumnya sempat terkubur dalam tanah, sampai pada akhirnya berhasil ditemukan ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma). Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi).
 Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran saat itu.
Tidak seperti candi lainnya yang dibangun di atas tanah datar, Borobudur dibangun di atas bukit dengan ketinggian 265 m (870 kaki) dari permukaan laut dan 15 m (49 kaki) di atas dasar danau purba yang telah mengering. Keberadaan danau purba ini menjadi bahan perdebatan yang hangat di kalangan arkeolog pada abad ke-20, dan menimbulkan dugaan bahwa Borobudur dibangun di tepi atau bahkan di tengah danau.
Pada 1931, seorang seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp, mengajukan teori bahwa Dataran Kedu dulunya adalah sebuah danau, dan Borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Bunga teratai baik dalam bentuk padma (teratai merah), utpala (teratai biru), ataupun kumuda (teratai putih) dapat ditemukan dalam semua ikonografi seni keagamaan Buddha, seringkali digenggam oleh Boddhisatwa sebagai laksana (lambang regalia), menjadi alas duduk singgasana Buddha.


sumber: http://info-info-umum.blogspot.co.id/2012/01/keindahan-candi-borobudur-wisata.html

Kamis, 03 Desember 2015

Sulawesi Selatan : Keindahan dalam Mistisme Alam Tana Toraja

tengkorak di depan gua, londa
tengkorak di depan gua, londa
Subuh itu saya sudah berada di Rantepao, setelah 9 jam perjalanan naik bis dari Makassar. matahari pagi belum menyinari ibukota kabupaten Tana Toraja Utara, roti Maros yang saya beli semalam—saat bis berhenti di jalan raya Maros, lumayan untuk mengisi perut, sembari menunggu geliat aktivitas di daerah pusat wisatawan yang datang untuk mengagumi keunikan Land of Toraja.
Wisma Maria I akan menjadi tempat istirahat saya selama di Toraja. Setelah chek in dan istirahat sebentar, saya mulai keliling sekitar Rantepao. Sebelum pagi beranjak, saya memutuskan untuk ke pasar tradisional, tidak jauh dari penginapan saya, berada di samping sungai, sebelum jembatan.
Pasar tradisional menjadi ‘tempat wajib datang’ saat saya berkunjung ke daerah tertentu—selama ada waktu santai di pagi hari. Di pasar itulah saya dapat mengamati ‘keaslian’ dari suatu daerah, terlihat aktivitas penduduk, makanan lokal, dan bahasa sehari-hari. Kopi toraja menjadi oleh-oleh yang saya beli dari pasar tersebut.
Setelah berkeliling melihat souvenir khas Toraja—yang banyak berjejer di jalan A. Yani dan jalan Mapanyuki, saya berhenti di Alun-alun, memesan semangkok mie ayam. Mengobrol dengan tukang mie ayam—yang ternyata orang Wonogiri, Jawa Tengah. Sekedar mengorek informasi dari penduduk yang sudah lama tinggal disini, setelah itu saya balik ke penginapan, istirahat.
Sore itu saya memesan kopi di lobby penginapan, kopi toraja yang nikmat, juga murah. Tanya-tanya ke petugas resepsionis informasi seputar tujuan wisata di Toraja, kegiatan apa yang menarik untuk dilakukan disini dan informasi lain yang saya perlukan untuk lebih mengenal Tana Toraja.
Malam pun datang, udara dingin menyebar, memaksa saya memakai jaket saat keluar penginapan. Menuju pusat keramaian, sekedar ingin melihat ‘kehidupan malam’ para penduduk setempatl saat ‘musim sepi turis’ seperti sekarang ini. Saya pun ikut mencoba Seraba (semacam STMJ) sambil menikmati malam.
Pagi itu bang Edi—guide saya, menyusul di penginapan saat saya sedang menikmati sarapan. Setelah mengatur itinerary untuk menyesuaikan waktu dengan style saya yang ‘nyantai’, akhirnya tujuan hari itu ke : Ke’te Kesu; Lemo; Londa; Makale; Kambira; Sa’dan; Pallawa; Batu Tumonga; Lo’ko Mata dan Bori.
Ke’te Kesu
Menuju ke selatan, Ke’te kesu adalah tempat pertama yang kami singgahi. Dari semua objek wisata di Tana Toraja, menurut saya Ke’te Kesu adalah miniatur dari Tana Toraja itu sendiri. Rumah adat Tongkonan dengan Alang—lumbung padi, berhadapan menjadi icon dari tempat wisata ini. Bagian belakang Tongkonan ada tebing tempat menaruh mayat orang yang sudah meninggal.
tongkonan dan alang di ke'te kesu
tongkonan dan alang, ke’te kesu
kuburan di tebing ke'te kesu
kuburan di tebing, ke’te kesu
peti mati berbentuk kerbau di ke'te kesu
peti mati berbentuk kerbau, ke’te kesu
tengkorak di 'kuburan' ke'te kesu
tengkorak di ‘kuburan’, ke’te kesu
tao-tao di ke'te kesu
tao-tao di ke’te kesu
Lemo
Lebih selatan lagi, kita akan sampai ke Lemo (cliff grave). Tebing vertikal tempat menyimpan mayat, dengan Tao-tao—miniatur dari jasad orang yang meninggal, tampak berbaris di atas tebing.
'kuburan tebing' lemo
‘kuburan tebing’, lemo
tao-tao di lemo
tao-tao, lemo
tao-tao di toko souvenir lemo
tao-tao di toko souvenir, lemo
lubang di tebing batu tempat mayat di lemo
lubang di tebing batu tempat mayat, lemo
Londa
‘Kuburan’ ini berada di dalam gua, walaupun banyak juga mayat—yang sudah berupa kerangka, dan juga Tao-tao di dinding tebing pintu masuk gua. Suasana menegangkan memasuki gua gelap yang penuh dengan tengkorak manuasia, dengan ditemani pemandu yang membawa lampu petromak.
tao-tao di depan gua londa
tao-tao di depan gua londa
tengkorak di dalam gua londa
tengkorak di dalam gua londa
tengkorak di celah stalagtit di londa
tengkorak di celah stalagtit di londa
Karena saya terlalu nyantai menikmati keunikan ‘kuburan’ khas Tana Toraja, terpaksa untuk Makale (ibukota Tana Toraja) dan Kambira (baby grave)—pohon tempat menyimpan mayat bayi yang baru lahir, saya lewatkan. Mengejar waktu untuk menikmati makan siang di Batu Tumonga, setelah Londa kita langsung menuju ke utara.
Sa’dan
Sebelah utara Rantepao, sentra pengrajin tenun kain toraja. Kalau beruntung bisa melihat nenek-nenek yang lagi menenun. Apes buat saya, suasana sepi saat itu, beginilah resiko traveling waktu hari kerja.
kerajinan tenun toraja di sa'dan
kerajinan tenun toraja, sa’dan
anak pengrajin tenun toraja
anak pengrajin tenun toraja, sa’dan
Pallawa
Deretan rumah adat Tongkonan yang lebih banyak dari Ke’te Kesu, lebih tua juga usia kampung ini. Selain tidak terdapat ‘kuburan’, kebersihan yang tidak terjaga membuat kampung ini kalah populer dibanding Ke’te Kesu.
tongkonan di pallawa
tongkonan dan alang, pallawa
hiasan tanduk kerbau di tongkonan
hiasan tanduk kerbau di tongkonan, pallawa
pakaian adat
pakaian adat, pallawa
Batu Tumonga
Menurut saya, tempat inilah yang menjadi ‘primadona’ selama perjalanan saya di Tana Toraja. Pemandangan yang memanjakan mata, membuat perjalanan selama 1 jam tidak berasa. Berhentilah sejenak di Tinimbayo Coffe Shop, deretan sawah yang berada di bawah ‘warung kopi’ itu sangat indah. Rumah Makan Batu Tumonga menjadi tempat yang sempurna untuk beristirahat sambil menikmati makan siang.
pemandangan dari tinimbayo
pemandangan dari tinimbayo, batu tumonga
persawahan di bawah tinimbayo
persawahan di bawah tinimbayo, batu tumonga
rumah makan batu tumonga
rumah makan batu tumonga
pemandangan dari batu tumonga
view dari rumah makan batu tumonga
Saat makanan terhidang, hujan turun, lumayan lama. Di samping meja ada sepasang turis dari Inggris. Melihat saya membawa buku Lonely Planet, mereka menyangka saya juga turis asing. Kita pun ngobrol sambil menunggu hujan reda.
Karena waktu sudah sore, Lo’ko Mata terpaksa saya skip. Perjalanan dilanjutkan menuju tujuan terakhir.
Bori
Situs megalith menyambut di pintu masuk, batu-batu tegak berdiri, tempat ‘pesta kematian’. Agak ke dalam, banyak batu-batu besar yang telah diukir/dilubangi tempat menyimpan mayat/jenasah. Terdapat pohon di belakang ‘kuburan’ ini. Pohon itu dilubangi untuk menyimpan mayat bayi yang baru lahir—seperti yang ada di Kambira, kemudian lubang itu ditutup lagi dengan semacam jerami.
megalith di bori
megalith, bori
batu tempat menyimpan mayat di bori
batu tempat menyimpan mayat, bori
pohon tempat menyimpan mayat bayi yang baru lahir
pohon tempat menyimpan mayat bayi yang baru lahir, bori
Sepanjang perjalanan balik ke penginapan, saya masih terkagum-kagum dengan keunikan dan keindahan alam dan budaya Tana Toraja.

Rabu, 02 Desember 2015

Taman Mini Indonesia Indah Miniatur Keragaman Indonesia

Taman Mini Indonesia Indah Miniatur Keragaman Indonesia, Tempat Wisata Terindah - Taman Mini Indonesia Indah  yang disingkat TMII adalah suatu area taman wisata  seluas 150 hektar yang menggambarkan keragaman dan keindahan budaya Indonesia dari sabang hingga merauke. Singkatnya TMII adalah gambaran kecil dari aneka ragam suku, bentuk bangunan rumah tradisional tiap provinsi yang ada di Indonesia. Mencakup berbagai macam contoh kecil aspek kehidupan yang terdapat di 26 provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Alamat taman mini indonesia indah adalah di Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Taman Mini Indonesia Indah  memiliki banyak keindahan didalamnya. Didalamnya terdapat banyak sekali  bangunan  seni budaya asli Indonesia, yang beraneka ragam mewakili setiap identitas provinsi yang ada diseluruh wilayah Negara Indonesia, seperti rumah panggung, Rumah adat minangkabau, Rumah adat bali dsb. Selain bangunan-bangunan tersebut ada juga danau buatan yang menggambarkan wilayah Indonesia dalam bentuk miniatur pulau. Ada berbagai macam fasilitas yang disediakan sebagai tempat wisata di Taman Mini Indonesia Indah, diantaranya adalah Kereta gantung yang siap membawa pengunjung melihat pemandangan dari atas, Istana Anak-anak Indonesia, SnowBay Water Park, Teater IMAX Keong Mas, Teater 4 Dimensi, Teater Tanah Airku, Hotel Desa Wisata, Graha Wisata Remaja, Resto Puri Caping Gunung, Titihan Samirono/Aeromovel, Taman Bunga Keong Emas, Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga, Taman Burung dan Taman Bekisar, Museum Indonesia, Museum Keprajuritan, Museum Prangko Indonesia, Museum Pusaka, Museum Transportasi, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Telekomunikasi, Museum Penerangan, Museum Olahraga, Museum Asmat, Museum Komodo dan Taman Reptilia, Museum Timor-Timor, Pusat Peragaan IPTEK dll. Tempat-tempat wisata tersebut diatas semuanya terdapat di dalam kompleks TMII dan memiliki harga tiket masuk yang berbeda-beda. Untuk lebih lengkapnya masalah tiket masuk anda dapat melihat di daftar harga tiket masuk Taman Mini ndonesia Indah di situs resminya Disini.

Karena memiliki sarana yang komplit TMII menjadi tujuan wisata yang ramai bila musim liburan tiba. Kebanyakan pengunjung adalah warga ibu kota. Banyak pula turis dari negara lain yang singgah ke TMII. Mereka beranggapan bahwa mengunjungi TMII sama halnya dengan mengunjungi seluruh wilayah Indonesia secara singkat dan praktis. TMII mempunyai ikon maskot dari tokoh pewayangan Hanoman bernama Anjani Putra ( NITRA ). Penggunaan maskot NITRA  diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1991 bertepatan  dwi windu usia TMII.

Sejarah Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah diawali dari ide cemerlang ibu Negara saat Presiden Soeharto berkuasa. Yakni Ibu Siti hartinah atau yang lebih dikenal dengan nama Ibu Tien Soeharto. Ide beliau muncul saat pertemuan di cendana pada tanggal 13 maret 1970. Beliau berkeyakinan dengan dibangunnya TMII diharapkan seluruh warga Indonesia mempunyai rasa bangga dan rasa cinta tanah air. Maka setelah melakukan perbincangan dengan berbagai pihak terkait, dimulailah proyek miniatur Indonesia indah yang ditangani oleh Yayasan Harapan Kita.
Pembangunan dimulai tahun 1972, Arsitek perancang TMII memanfaatkan luas areal pembangunan seluas 150 hektar dengan topo grafi agak berbukit  Sebagai penggambaran penuh aspek kekayaan alam Indonesia. baik budaya, bangunan, hingga teknologi modern yang sedang berkembang. Tim perancang terbantu dengan topografi alami daerah lahan pembangunan TMII yang tinggi tidak merata untuk mengambarkan kondisi alam Indonesia secara landscape diatas permukaan tanah secara detail. Pada hari minggu biasanya digelar pertunjukan musik daerah, atau berbagai upacara adat yang ada di indinonesia. Di berbagai anjungan juga menyediakan macam-macam item khas provinsi yang diwakilinya. Berupa kuliner daerah, jajanan  ringan, ataupun hiasan cinderamata.

Setelah provinsi timor timur memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 2002. Anjungan timor timur  TMII berubah statusnya sebagai museum timor timur. Nah karna pada saat ini Negara kita terdiri atas 33 provinsi. Maka pembangunan anjungan baru juga dilaksanakan. Meliputi provinsi baru seperti provinsi Papua Barat, Kepulauan Riau, Gorontalo, Maluku utara,Bangka Belitung, banten, dan  Sulawesi barat. Itulah sedikit gambaran tempat wisata Taman Mini Indonesia Indah. 

Peta Taman Mini Indonesia Indah

Berikut kami tampilkan Peta Taman Mini Indonesia Indah


Gambar dan Foto Taman Mini Indonesia Indah

 


Demikian tadi sekilas tentang tempat wisata Taman Mini Indonesia Indah. Tempat wisata alam yang ada di Jakarta sangat banyak, salah satunya anda dapat mengunjungi Kepulauan Seribu.

sumber:  http://tempatwisatadaerah.blogspot.co.id/2014/12/taman-mini-indonesia-indah-miniatur.html

Selasa, 01 Desember 2015

Puncak Jayawijaya Papua Pegunungan Tertinggi Yang Ada Di Indonesia

Puncak Jayawijaya | Kali ini twisata.com akan membahas tentang salah satu destinasi wisata pendakian yang ada di Indonesia, yang dikenal sebagai Puncak Jayawijaya. Puncak Jayawijaya merupakan gunung dengan ketinggian hingga 4.884 m dpl. Terletak pada titik koordinat S 04°04.733 dan E 137°09.572. Gunung ini menjulang memecah langit dan menembus awan dengan indahnya. Puncak Jayawijaya merupakan gunung kapur terbesar di Indonesia. Gunung ini merupakan titik tertinggi yang ada di pulau Papua, atau bahkan di Oseania dan benua Australia. Puncak Jayawijaya adalah titik tertinggi yang meliputi Andes dan Himalaya, serta disebut – sebut sebagai puncak tertinggi dari berbagai pulau di belahan dunia.
Secara administratif Puncak Jayawijaya barada di Range Sudirman atau Dugunduguo, tepatnya di provinsi Papua Barat. Puncak Jayawijaya merupakan puncak tertinggi dari seluruh bagian wilayah Indonesia. Gunung ini masuk dalam deretan pegunungan Jayawijaya yang membentang sangat luas, bahkan menyatukan dua negara. Pegunungan ini memanjang dari provinsi Papua Barat wilayah Indonesia hingga Papua Nugini di Pulau Irian. Namun diantara pegunungan yang luas ini, gunung tertinggi ada di wilayah provinsi Papua Barat - Indonesia. Sehingga secara administratif Indonesia masih sangat beruntung, karena di puncak itulah yang menjadi incaran para trakker dunia.
Indonesia sendiri merupakan negara yang beriklim tropis. Seperti yang sudah Anda ketahui, negara ini membentang di atas garis Katulistiwa, maka tidaklah mungkin ada salju di tanah ini. Namun hukum tersebut tidak berlaku untuk Puncak Jayawijaya. Karena dinginnya salju selalu menyelimuti Puncak Jayawijaya. Sungguh aneh, namun inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Puncak Jayawijaya. Gunung ini merupakan satu – satunya gunung yang diselimuti salju di wilayah Indonesia. Meskipun tidak semua puncak di pegunungan Jayawijaya ini bersalju.
Gunung ini juga termasuk dalam tipe Alpine Glaciation jika dilihat dari tipe gletsernya. Sedangkan di tempat yang lebih rendah dari puncak tertinggi, dapat dikategorikan kedalam tipe Valley Glacier. Valley Glacier merupakan gletser yang mencair sehingga turun dan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Dapat dipastikan, di wilayah Pegunungan ini juga terdapat sungai es. Fenomena ini tidak akan bisa anda temui di belahan bumi manapun. Sangat unik dan mengagumkan. Puncak Jayawijaya masuk dalam “ Seven Summit ” yaitu tujuh puncak benua, dan biasa dikenal sebagai Piramida Carstenz.
Berada di Puncak Jayawijaya merupakan impian pendaki sejati yang ingin menyaksikan indah dan keunikannya gunung tersebut. Apabila Anda melihat dari udara gunung ini bagaikan brownies yang di siram dengan susu kental manis rasa vanilla. Bahkan, ketika sinar matahari menerpa, pemandangan digunung ini juga tak kalah menariknya. Cahaya matahari dipantulkan oleh putinya salju, membuat kilauan – kilauan nyata yang mengagumkan.
Puncak Jayawijaya atau lebih dikenal dunia dengan nama Piramida Carstenz memiliki suhu hingga 0 derajad celcius, bahkan bisa minus pada kondisi – kondisi tertentu. Di Puncak Jayawijaya oksigen sangat sulit didapatkan, dengan medan yang terjal dan berbahaya sehingga dapat dikatakan sebagai tujuan trakking yang sangat menantang. Namun itu semua akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang disuguhkan oleh gunung tersebut. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para trakker jika bisa sampai di Piramid Carstenz. Sebuah warisan alam yang unik dan menantang.
Ketika berada disana, akan banyak Anda temui Suku Dani, penduduk setempat yang tergolong primitif. Didalam keseharian mereka masih hidup dengan adat, budaya bahkan kebiasaan seperti manusia di zaman batu. Cukup aneh, di zaman yang modern bahkan teknologi sudah sangat canggih, masih ada saja suku yang seperti ini. Namun disinilah titik keunikannya. Selain dapat trakking ke Puncak Jayawijaya yang sungguh mempesona, Anda akan memperoleh pengalaman baru, yaitu bertemu langsung dengan warga Suku Dani yang kaya akan kebudayaan. Di tengah – tengah mereka, Anda akan merasakan sensasi menjadi manusia di zaman batu. Pengalaman yang paling mengesankan bagi Anda jika dapat bertemu langsung dan bertegur sapa dengan mereka.
Puncak Jayawijaya memang berada di negara Indonesia, namun trakker yang datang lebih banyak dari luar negeri. Mereka tertarik untuk menaklukan salah satu gunung tertinggi yang masuk ke dalam 7 puncak tertinggi di dunia dengan segala keunikannya. Bahkan tercatat lebih dari 300 trakker asal luar negeri sengaja datang untuk mengunjungi Puncak Jayawijaya, akan tetapi kebalikan dari itu jumlah trakker lokal hanya puluhan saja. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan perijinan mendaki gunung ini sangatlah rumit.
Perlu Anda ketahui, 5% dari cadangan es di dunia, ada di Puncak Jayawijaya. Namun, karena pemanasan global yang kian menjadi – jadi, sebagian es di gunung ini kian mencair tiap tahunnya. Sangat disayangkan, karena wisata alam yang tergolong unik, bahkan menakjubkan harus menanggung akibatnya. Nah sebelum es di Puncak Jayawijaya mencair sepenuhnya, jangan sia – siakan waktu Anda untuk berkunjung dan menikmati pesona alam yang unik dari Puncak jaya Wijaya di Pulau Papua.

Sejarah Ditemukan Puncak Jayawijaya

Puncak Jayawijaya ditemukan pertama kali Jan Carstensz pada tahun 1623. Ia adalah seorang petualang dari negeri Belanda. Karena penemuan itulah, Puncak Jayawijaya lebih dikenal dengan nama Carstensz Pyramid oleh dunia. Diambil dari nama “Carstensz” sendiri untuk menghargai jasanya, dan Pyramide berarti puncak. Sedangkan nama Puncak Jayawijaya, merupakan nama yang diberikan oleh Ir. Soekarno setelah berhasil membebaskan wilayah Papua barat dari jajahan Belanda.
Awalnya tidak ada yang percaya dengan temuan  Jan Carstensz. Sebuah gunung yang di selimuti oleh es di daerah yang tropis. Memang jika dipikir kurang masuk akal. Namun setelah 3 abad dari penemuan ini, warga dunia barulah percaya jika gunung tersebut benar – benar ada. Hingga sekarang menjadi salah satu objek wisata pendakian kebanggaan Indonesia bahkan di dunia.
Pesona gunung tertinggi di Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Bahkan dunia pun mencatatnya dalam “Seven Summit” yaitu Tujuh Puncak Dunia. Karena keunikan dari gunung tersebut, sehingga tempat ini menjadi incaran para pendaki di dunia. Menurut ahli geologi dunia, pada seribu abad silam, dunia hanya mempunyai satu benua yang dikenal sebagai Benua Panggea. Namun karena desakan alam, benua ini pun terpecah menjadi dua bagian, sehingga membentuk benua baru. Dinamakan benua Laurasia daan benua Eurasia. Benua Eurasia inilah yang akhirnya pecah kembali dan membentuk beberapa bagian, seperti daratan Amerika selatan, India, Afrika, dan Australia.
Di benua Australia terjadi pengendapan serta pergeseran lempeng. lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia bertumbukan di dasar laut. Karena fenomena inilah sehingga menghasilkan busur pulau yang dipercaya sebagai awal dari terbentuknya pulau Papua beserta pegunungannya yang sangat indah. Bukti bahwa Pulau Papua merupakan bentukan alam yang awalnya adalah bagian dari dasar laut terlihat dari aneka fosil laut dan berbagai macam bebatuan di Puncak Jayawijaya. Karena proses sedimentasi beserta tumbukan lempeng dalam jutaan tahun silam, sehingga fenomena alam ini terbentuk dan dapat di lihat dengan nyata.

Perjalanan Menuju Jayawijaya Papua

Untuk hal yang satu ini, tentunya anda harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Karena untuk menjangkau Puncak Jayawijaya tidaklah mudah. apabila Anda berasal dari luar kota, Anda harus transit di Lembah Illaga, Papua. Dari  sana Anda harus melakukan trakking di sebuah hutan yang lebat yang memiliki kumpulan satwa yang cukup berbahaya. Untuk menempuhnya, diperlukan waktu sekitar 7 hari perjalanan. Rute ini tergolong sulit, sehingga ada baiknya Anda menempuh jalur lain yaitu dengan menggunakan hellicopter yang akan membawa Anda menuju tempat perkemahan dari wilayah Puncak Jayawijaya yaitu bertempat di Danau Valley. Hal ini sangat disarankan, mengingat bahaya yang akan Anda temui di hutan.
Selain transportasi, perkemahan dan perlengkapan yang memadai, Anda juga harus melakukan perijinan kepada petugas jauh – jauh hari. Mengingat di wilayah ini sangat rawan konflik antar suku, maka dibutuhkan keahlian khusus untuk menangani masalah perijinan. Sangat disarankan Anda memakai jasa agen perjalanan, agar memudahkan Anda untuk menjangkau Puncak Jayawijaya dengan mudah.
Memang untuk mendapatkan surat ijin bukanlah hal yang mudah, medan yang akan ditempuh juga sulit dan berbahaya, sehingga untuk sampai di Puncak Jayawijaya juga bukanlah hal yang gampang, selain itu dana yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Dibutuhkan keseriusan dan kegigihan untuk mencapai puncak tertinggi dari gunung ini. Namun itu semua kan terbayarkan dengan sensasi yang akan didapatkan oleh trakker ketika sampai di Puncak Jayawijaya. Pemandangan yang spektakuler serta menakjubkan akan membuat Anda kehabisan kata – kata untuk melukiskannya. Walaupun tidak dapat dipungkiri, untuk mencapainya, menguras banyak tenaga dan isi kantong tentunya.

Oleh – Oleh dan Kuliner Khas Papua

Sepertinya sangat tidak lengkap, jika sudah berkunjung ke Pulau Papua, tapi tidak membawa oleh – oleh dari sana. Papua memiliki buah tangan yang beragam. Mulai dari kaos yang bertuliskan Papua, pajangan yang unik, lukisan dari kulit kayu, cokelat yang nikmat, sarang semut, hingga ramuan buah merah yang sudah di kenal khasiatnya.
Koteka, nama ini sudah tak asing lagi. Sebuah benda yang biasa di gunakan untuk menutup kelamin laki – laki dewasa asli dari daerah Papua. Namun benda ini menjadi incaran para pengunjung. Mungkin karena fungsinya yang unik, dan tidak akan Anda temui di daerah manapun selain di pulau Papua.
Bukan hanya itu, di Papua juga banyak yang menyediakan kerajinan tangan seperti Nokem. Apa itu nokem? Nokem adalah tas yaang terbuat dari akar kayu. Selain itu, beragam gelang dan kalung cantik buatan tangan juga dapat anda temui disana. Ada juga topi berbulu dan rok rumbai – rumbai yang cantik. Untuk Anda pecinta barang antik, disanalah tempat yang cocok untuk berburu. Selain itu, juga ada tombak, busur dan panah. Di Papua juga memiliki batik yang cantik. Warna kain batik tersebut cenderung cerah dan pastinya bercorak serta bermotif khas Papua.
Seperti yang kita ketahui, di Papua makanan pokoknya tidak sama dengan di Jawa. Kalau di Jawa kita sudah akrab dengan yang namanya nasi, lain dengan di Papua, mereka memiliki kebiasaan untuk memakan sagu.  Ya... sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Untuk masalah kuliner, masyarakat Papua juga tidak kalah dengan daerah lain. Yang pertama ada Papeda. Bahan dasar untuk membuat makanan ini ialah sagu, yang merupakan makanan pokok khas Papua. Untuk membuat papeda, berbahan dasar sagu tersebut diolah sehingga menjadi lengket seperti lem. Rasanya pun hambar. Namun Papeda biasanya dinikmati dengan lauk lainnya seperti ikan atau daging. Uniknya, lauk yang di santap dengan Papeda haruslah berkuah dan berwarna kuning.
Selanjutnya yaitu Martabak Sagu. Sesuai namanya, bahan dasar pembuatan martabak ini adalah sagu. Di olah lalu digoreng, dengan taburan gula merah di atasnya, martabak ini pun siap untuk dinikmati. Rasa martabak yang satu ini sangat lezat dan manis. Cocok dinikmati pada waktu santai. Ada lagi yang lain yaitu Ikan Bakar Manokwari. yaitu Ikan tongkol yang dibakar. Namun yang membedakaannya adalah sambal yang khas dan sangat pedas. Selanjutnya ada ikan bungkus. Jika dilihat dari tampilannya, memang mirip seperti ikan pepes pada umumnya. Namun yang membedakannya ialah bumbu – bumbu yang beragam.
Dan yang makin membuat penasaran, yaitu Sate Ulat Sagu. Mendengar namanya saja Anda akan geli, bahkan mual. Namun memang bahan dasar pembuat makanan ini adalah ulat di pohon sagu. Cukup mengerikan. Ulat dari pohon sagu itu di tusuk dan di bakar. Sangat mirip dengan pembuatan sate pada umumnya. Anda berani mencobanya?
Kemudian Udang selingkuh, nama yang unik untuk salah satu kuliner ini. Dinamakan udang selingkuh, karena menurut tampilannya memang seperti udang pada umumnya, namun udang ini memiliki capit seperti milik kepiting. Sehingga masyarakat setempat memberikan nama udang selingkuh, karena mereka menganggap udangnya sudah selingkuh dengan kepiting dan menghasilkan anak sedemikian rupa. Unik dan lucu.... nah penasaran kan? Sempatkan diri Anda untuk mencicipi udang – udang yang suka selingkuh. Hehehee. Dan jangan sampai lewatkan berbagai macam kuliner yang unik dari pulau Papua.

Tips Pendakian Ke Puncak Jayawijaya

1. Siapkan Kondisi Fisik Dan Mental

Puncak Jayawijaya atau sering di kenal dengan sebutan Pyramide Carstenz merupakan wisata impian para trakker dunia. Namun untuk mengaksesnya bukanlah hal yang mudah, sehingga dibutuhkan energi yang lebih untuk mengunjunginya. Selain itu suhu di daerah ini sangatlah dingin. Jadi sebelum melakukan perjalana ke Puncak Jayawijaya ada baiknya Anda membiasakan diri untuk berada di ruangan yang dingin, hal ini juga menghindari penyakit hipotermia, yang dapat menyerang Anda sewaktu – waktu ketika melakukan trakking.

2. Mempersiapkan Perlengkapan Trakking Dan Dana

Siapkan perlengkapan yang memadai, karena waktu yang dibutuhkan tidaklah singkat sehingga persiapan jauh – jauh hari sangat dibutuhkan. Pendakian bebas sangat tidak disarankan, sehingga penggunaan jumaring merupakan pilihan yang sangat tepat. Selain perlengkapan, dana yang dibutuhkan untuk perjalanan ini juga cukup mahal, sekitar 100 juta rupiah.

3. Mengurus Ijin Pendakian

Untuk perijinan di tempat ini nampaknya cukup sulit, sehingga biasanya hal tersebut dilakukan jauh – jauh hari sebelum memulai perjalanan. Mengingat di daerah ini sering terjadi konflik antar suku, sehingga berkunjunglah pada waktu yang aman.

4. Berlatih Skill Trakking

Puncak Jayawijaya tidak dapat dicapai dengan hal yang mudah, karena medan trakking sangat terjal dan berbahaya, sehingga diperlukan keahlihan khusus untuk dapat sampai kesana. Maka dari itu, cobalah trakking di gunung lain terlebih dahulu, sebelum Anda mengunjungi Puncak Jayawijaya.

5. Jangan Kesana Sendirian

Tidak disarankan anda melakukan perjalanan sendirian, karena sulitnya untuk menjangkau Puncak Jayawijaya. Sebaiknya anda melakukan perjalanan berkelompok. Mengikuti paket wisata dari agen perjalanan juga sangat disarankan, mengingat rute yang ditempuh tidaklah mudah.
Itulah ulasan mengenai Puncak Jayawijaya Papua yang merupakan pegunungan tertinggi yang ada di Indonesia, semoga ulasan diatas bisa bermanfaat bagi Anda semua.